Archive

Monthly Archives: September 2014

Cerita ini adalah bagian dari trip saya bulan September 2014, sangat sayang untuk tidak di bagikan.

Alhamdulillah sudah waktunya off berarti waktunya me time. Dan hari ini adalah hari pertama dalam ekspedisi melihat Indonesia timur. Gak harus ke hutan dan naik gunung, tapi lebih eye witness terhadap apa yang disebut Bhinneka. Perjalanan ini dimulai dari kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Hutan Kalimantan

Saya sendiri bekerja di sebuah perusahaan yang berjarak 2 jam dari balikpapan. Dan ritual kerja daya adalah Rumah-Soekarno/Hatta-Balikpapan Airport, Sepinggan-Mutiara Camp/Office. That’s it, jarang sekali roaming around kota ini. Palingan hanya check in di Path lalu pergi lagi. Akhirnya saya putuskan untuk berkelana di sekitar Balikpapan sebelum saya tidak lagi bekerja di field.

Buat kalian yang belum pernah ke Balikpapan, tiga hal yang menjadi highlight yaitu :
1. Bersih
2. Harga segalanya mahal
3. Tidak ada pengamen masuk2 ke angkot
Hal hal itu pokoknya gak jauh dari kehidupan penduduk Balikpapan dan pembicaraan banyak pendatang atau tamu yang berkunjung.

Perjalanan dari Mutiara menuju Balikpapan

Setelah perjalanan dari Mutiara ke Bandara Sepinggan, gak terasa akan dimulai nge-bolang day-1 ini. Dimulai dengan naik angkot dari Bandara Sepinggan untuk ngirim barang ke rumah dengan jne. Dengan arahan Mba Henny (pegawai vico dept air transport) saya naik angkot no. 7 ke arah Balikpapan Permai. Biaya angkotnya sekitar Rp. 4000 setiap trip. Lumayan mahal kak. Satu lagi hal yang akan kalian rasakan, yaitu hospitality yang tak ternilai menurut saya. Dengan aksen Sulawesi Selatan yang tebal, penumpang dan supir angkot yang saya tumpangi menunjukan jalan dan bercerita tentang jalanan di kota Balikpapan. Di angkot lain, sang pemilik adalah orang Jawa yang sangat ramah.Β Jadi penduduk Balikpapan itu cukup diverse. Mulai orang Jawa, Banjar, Bugis, Dayak, Tionghoa dan Toraja. Jadi wajar saja kalau di Balikpapan ini cukup aman dan jauh dari kerusuhan, karena memiliki tenggang rasa yang tinggi.

Siang ini langsung check in ke My Guest Home, lumayan dengan 250k sudah dapat penginapan yang super nyaman, shower dengan air panas serta service yang sangat ramah. Dan lokasi di pusat kota, dekat dengan tempat apapun yang kamu mau. Lalu hari itu karena saya baru menyentuh kota, saya segerakan ke biosokp :p maklum 2 minggu di tengah hutan. Urusan bioskop di Balikpapan ada blitz dan cineplex21. Kamu gak bakal kekurangan bioskop lah di sini, dan alhamdulillah harganya gak berbeda dr yang di Bekasi. Dikirain bakalan mahal banget. Yasudah saya sempatkan untuk solat di Masjid At Taqwa di Balikpapan yang lumayan bagus.

Malamnya tidak lupa saya sempatkan untuk ketemuan dengan teman kuliah saya di S1 Teknik Perminyakan, dia bekerja di TEPI (Total E&P Indonesia). Cerita tentang kerjaan kita dan banyak hal. Walaupun saya tidak begitu dekat dengan Gani saat kuliah, namun doktrin kaderisasi di jurusan sangatlah kuat. Teman seangkatanmu adalah keluargamu. Doktrin yang baik, namun kenyataannya gak semua orang mengiyakan. Kami makan di Ocean’s. Sebuah resto premium di Balikpapan, dan lokasinya bener bener di belakang hostel gw gan. Kalau kata Gani ini resto sih biasanya tempat farewell boss boss Total. Makjaang, dari tadi cuma bolak balik menu karena gak di cantumin harga di aneka seafoodnya. Berhubung saya kenyang yaudah makan yang sewajarnya aja. Indian Food T_T di restauran seafood. Sedikit ragu, namun semua hilang ketika kita cobain masakannya. Gak heran ini bisa di bilang sebagai the best restaurant in Balikpapan. Kita beres jam 10 malam, dan kesimpulan pembicaraan kita adalah harus sering-sering bersyukur. Karena sudah cukup letih, saya langsut istirahat di hostel. Ohiya kami makan berdua total 250k. Balikpapan high price issue strikes agaaiiiin. T__T

To be continued…..

 

Advertisements